SMK Negeri 3 Diduga Masih Marak Pungutan Liar

Dugaan pungli tersebut salahsatunya diketahui dari Maria selaku orang tua wali murid yang menjelaskan bahwa, anaknya yang diketahui berinsial ‘L’ dikenakan sanksi denda keterlambatan pengembalian buku perpustakaan.

Nah, akibat keterlambatan pengembalian buku tersebut pihak sekolah akhirnya memberikan sanksi denda kepada ‘L’ yang harus membayar denda sejumlah Rp. 300.000.- atau dengan mengisi surat keringanan hanya dengan membayar denda sejumlah Rp. 100.000.- dan itu pun dikhususkan teruntuk kalangan keluarga yang kurang mampu. Serta pihak sekolah juga menahan buku paket sebelum yang bersangkutan melunasi sanksi denda.

“Denda buku itu ada yg smpai 1jt lebih. Sampai sekarang belum pada bayar karena dendanya besar,terus sampai sekarang belum dikasih buku paketnya.” Ucap Maria saat mendatangi ruang kerja Jurnalis Tangerang Raya. (01/8)

Maria juga menjelaskan, bahwa di sekolah tersebut pernah memungut iuran kepada muridnya, yakni yang diperuntukan untuk pembangunan kantin, pembangunan mushola, pembangunan gedung praktek perhotelan.

“Waktu daftar ulang kemarin setiap siswa di mintakan sumbangan 20rb-50rb, katanya untuk bangunan kantin, perpustakaan, mesjid,” imbuhnya.

Ya, seusai memaparkan dugaan adanya pungli yang dilakukan oleh pihak sekolah SMKN 3 Kota Tangerang terhadap anak perempuannya serta murid lainnya. Maria mencemaskan nasib anaknya yang saat ini tengah duduk di bangku kelas 3 di sekolah tersebut.

“Anak aku takut di shock terapi lagi sama gurunya,” cemas Maria mengatakan.

Hingga berita ini dilayangkan, Hj. Endah selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Kota Tangerang masih belum dapat ditemui untuk memberikan keterangannya terkait dengan adanya dugaan pungli tersebut.

“lagi kegiatan fgn prov. Sampe akhir pekan.” singkat Kepala Sekolah SMKN 3 Kota Tangerang tersebut saat dihubungi via WhatsApp. (Yudha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *