Tim Kalongwewe Temukan Puluhan Botol Miras Di Bangker dan Brankas

Suluhnews.com, Kota Tangerang-
Tim Kalongwewe unit petugas gabungan Satpol pp Kota Tangerang bidang Gakumda bersama Polrestro Tangerang, kembali mengadakan Operasi penertiban warung miras pada Selasa (9/10). Salah satunya di Jalan KH. Mansyur Kelurahan Neroktog, Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang. Sebuah warung sembako Hani milik “NH” yang sudah 12 kali dilakukan penggerebekan dan sudah pernah melaksanakan Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) untuk efek jera namun tetap saja masih menjual minuman keras.

Saat dilakukan penggeledahan kali ini, ditemukan puluhan botol miras disimpan dalam sebuah bangker. Bahkan beberapa juga disimpan di dalam brankas, yang umumnya brankas digunakan untuk menyimpan uang dan barang berharga. Tapi tidak untuk pemilik warung ini, brankas digunakan untuk menyimpan Minuman keras mengandung alkohol.

Setelah usai Operasi di Lokasi pertama, Tim Kalongwewe lanjut ke Jalan Hasyim Ashari dengan modus yang sama berkedok warung sembako dengan kepemilikan “SF”, saat pemeriksaan didapati menjual minuman mengandung alkohol. Tempat ini juga sudah berulangkali dilakukan razia miras dan ini kedua kalinya akan menjalankan Sidang Tipiring.

Tempat lain yang terjaring di Jalan Oskar  Rt 04/06 Perumahan Kunciran indah, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang Kota Tangerang warung atas nama “In” yang tidak bersedia saat petugas memintanya untuk ikut menjalani Sidang Tipiring, dengan alasan tengah menjaga anaknya yang sedang sakit.

2 pemilik warung tersebut dibawa ke Pengadilan Negeri Tangerang untuk dilakukan Sidang tindak pidana ringan (Tipiring). Dengan dihadiri Majelis Hakim Mahmuryadi, SH.MH. dan Jaksa Erlangga, SH. pada Sidang Tipiring di Ruangan Sidang no. 8 PN Kota Tangerang menganggap kedua tersangka melanggar Perda No. 7 Tahun 2005 dengan pasal 3 ayat 7 jo pasal 13 ayat 1. Dengan bukti dan saksi yang ada Hakim memutuskan, tersangka NH dikenakan denda dengan nominal Rp.500,000,- (Lima Ratus Ribu Rupiah) atau jika denda tidak dibayarkan dapat diganti dengan hukuman kurungan paling lama 5 hari kurungan. Dan untuk tersangka SF dengan pasal yang sama dengan dikenakan denda Rp. 400.000,- (Empat Ratus Ribu Rupiah) atau jika denda tidak dibayarkan dapat diganti dengan hukuman kurungan paling lama 4 hari kurungan.

Kepala Bidang Gakumda Kaonang S.Sos. MM. menjelaskan, Kegiatan ini akan terus dilakukan guna memberantas peredaran dan penjualan miras yang ada di Kota Tangerang. Dan dari barang bukti ratusan botol miras dari berbagai jenis dan merk yang disita, selanjutnya barang sitaan Miras akan disimpan untuk dilakukan pemusnahan.

“Ini akan terus Kita Lakukan, sampai pol pp Kota Tangerang berhasil memberantas dan mengurangi peredaran miras yang ada di Kota Tangerang, serta barang sitaan akan dimusnahkan di momen yang sudah ditentukan Pemerintah Kota Tangerang,” jelasnya.

“Sat Pol PP Kota Tangerang juga terus menghimbau agar Masyarakat dapat bersinergi dalam membantu pemerintah dalam menegakan perda-perda yang ada, untuk selalu memberikan informasi jika ada warga yang melanggar perda. Salahsatunya di perda no7 th 2005 tentang peredaran dan penjualan Miras, yang mana sering menjadi faktor yang meresahkan masyarakat.” tambahnya. (upi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *