Remaja Tewas Tenggelam Di Cisauk, Akhirnya Ditemukan

Suluhnews.com, Tangerang-Muhammad Ilham (17) seorang pelajar tenggelam di danau bekas galian pasir di belakang Perumnas Suradita, Cisauk, Tangerang Selatan. Pada Sabtu sore (20/10) akibat bermain rakit di danau bersama teman-temannya.

Menurut pengakuan keluarga korban, saat itu anaknya diajak bermain bola dengan rekan-rekan sebayanya. “Setelah bermain bola, anak-anak ini melanjutkan dengan bermain rakit dibekas galian pasir yang penuh terisi air itu,” jelas Alex.

Menurut keterangan teman-teman Korban, karena melawan arah angin rakit yang dimainkan anak-anak tidak mau ke pinggir, kemudian mereka memutuskan untuk berenang.

“Mereka berenang dan bermain rakit sampai di tengah danau karena melawan arah angin, sehingga rakit tidak dapat bergerak dan rakit tidak bisa ke pinggir, sampai akhirnya korban dan temen temennya memutuskan berenang,” ucap Alex.

Pada Sabtu malam pukul 19:50 pihak Keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian setempat. Dan kemudian pencarian pun dilakukan pihak Kepolisian bersama BPBD dan BASARNAS, pada malam itu, dan akhirnya ditemukan pada Minggu (21/10/2018) malam.

Kapolsek Cisauk AKP Freddy Yuda saat dihubungi mengatakan, Ilham ditemukan tak jauh dari lokasi dirinya berenang bersama teman-temannya, hingga kemudian tenggelam.

“Pukul 21.10 WIB korban sudah diketemukan, tidak jauh dari lokasi Korban tenggelam sekitar 30 meter,” ujar Freddy.

Ilham berhasil ditemukan setelah tim SAR yang beranggotakan personel dari Den Bravo Bogor, Koramil Cisauk, BPBD Tangerang, BASARNAS Tangerang dan Polsek Cisauk turun melakukan penyisiran sejak korban dinyatakan hilang pada Sabtu sekitar pukul 17.00 WIB.

Dengan berbekal peralatan seperti perahu karet, peralatan menyelam dan pencahayaan lampu, korban pun akhirnya berhasil ditemukan dan langsung dibawa ke kediamannya di Perumahan Griya Suradita Indah Blok P 8 No 4, RT10/03 Suradita, Cisauk.

“Korban langsung dibawa kerumah orangtuanya dan kemudian akan dimakamkan,” jelasnya.

Atas kejadian itu, Freddy menyebut pihak keluarga telah sepakat menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan visum terhadap jasad korban.

“Dari pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan tidak akan menuntut ke pihak mana pun dan membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan visum,” jelasnya. (UPI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *