Proyek Betonisasi DiKecamatan Sepatan Timur Diduga Asal Jadi 

SULUH NEWS.com, KAB. TANGERANG – Pembangunan peningkatan jalan betonisasi di wilayah kampung Ceger RT 004/002 Desa Lebak Wangi kecamatan Sepatan Timur Kabupaten Tangerang,  sumber dananya APBD 2019 Kabupaten Tangerang dimana dalam pekerjaan dilaku pihak ketiga diduga dikerjakan asal jadi.
Hal tersebut dikatakan Aris anggota LSM komunitas Penggerak Pembangunan Ekonomi Rakyat (KPPER) Rabu (15/05/19) kepada dengan awak media Suluh news .Dimana anggota LSM KPPER menelusuri dalam realisasi proyek diwilayah Lebak Wangi banyak ditemukan kejanggalan,banyak para  contraktor,   dalam pekerjaan asal jadi tidak memikirkan kwalitas dan kwantitas seperti pekerja  diKampung Ceger RT 004/002, dimana diduga item-item Tidak Sesuai dengan Spesifikasi dan pemasangan plastik di badan jalan tidak tertutup, cuma kiri dan kanan begitu juga masalah Ketebalan hanya 8-9-10 berpareasi ,dimana seharusnya 15 centimeter , sedangkan hasil dilapangan dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis, agregat tidak sesuai volume , penyiraman 7 kali tidak dilakukan, vibratorr tidak di lakukan K3, bahkan ada badan jalan yang sudah di peving block namun tidak di bongkar terlebih dahulu.
Maka dari LSM KPPER Kabupaten Tangerang mengharapkan Intansi  kejaksaan dan Inspektorat agar segera turun ke lokasi untuk mengetahui langsung kenyataan dilapangan dan segera mengusut tuntas dugaan korupsi pembangunan proyek banyak mencari keuntungan semata tidak memikirkan kwalitas yang ada . “Kami berharap instansi pemerintah bekerja serius dan profesional dalam pemantau kinerja para pihak ketiga yang mempergunakan anggaran APBD ,karena ini menyangkut uang rakyat”,tutur  Aris LSM KPPER.
Selanjutnya  Aris LSM (KPPER)mengatakan , tentunya membutuhkan banyak pemahaman bagi semua pihak dalam penyelenggaraan konstruksi baik dari pemilik proyek, konsultan PPTK maupaun pelaksanaannya, hingga proses pekerjaan Proyek tersebut tidak menjadi ajang korupsi bagi yang memiliki keuntungan pribadi.
Dengan pemahaman dan tanggung jawab yang tinggi akan hal tersebut baik dilihat dari segi profesionalisme dan etika profesi maka tentu saja dapat mengurangi terjadinya kasus-kasus kegagalan konstruksi yang dapat menimbulkan banyak korban jiwa dan kerugian materi ke depannya. “Banyak  ditemukan beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh kontraktor proyek konstruksi yang berujung pada kegagalan proyek berupa keterlambatan, begitu juga hasilnya sangat tidak sempurna atau mutu sangat jelek, dimana baru beberapa bulan sudah pada rusak maupun berlubang atau pecak pecak”, katanya .( Kevin supriadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *