Ketua SMSI Banten Edi Junaedi: Media Kritik Pemerintah Untuk Tingkatkan Kinerja

Saat Acara Pelantikan Pengurus SMSI se-Tangerang Raya

Suluhnews.com, Kota Tangerang Pelantikan pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)  se-Tangerang Raya dilaksanakan di Horison Grand Serpong , Jl MH Thamrin, kebon nanas, Kota Tangerang, Sabtu (25/ 05/ 2019).

Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) adalah ‘organisasi yang terdiri Owner Media Online. Selain pelantikan pengurus SMSI se-Tangerang Raya, acara tersebut dilanjutkan dengan santunan anak yatim-piatu yang diselenggarakan oleh Jurnalis Tangerang Raya (JTR).

baca juga : Ayu Kartini, Resmi Menjabat Ketua Pengurus SMSI Kota Tangerang

Sebagaimana diketahui kepengurusan SMSI Tangerang Raya untuk Kota Tangerang Selatan dijabat oleh Jumaedi, Kota Tangerang oleh Ayu Kartini, dan Kabupaten Tangerang oleh Wahyu Haryadi.

Pelantikan Pengurus SMSI Provinsi Banten ini juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Ketua PWI Provinsi Banten Ryan Nopandra, Kabag Humas Polretro Tangerang Kota Kompol Abdul Rohim, Kabag Humas Pemkot Tangerang H Felix, Kadis Kominfo Kabupaten Tangerang dan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) provinsi Banten Edi Junaedi.

baca juga : Pemkot Tangerang Raih WTP Untuk yang Ke-12 Kalinya

Disamping memberi sambutan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) provinsi Banten Edi Junaedi juga mengingatkan kepada para pengurus untuk menunjang pemerintah dengan memberikan masukan dan kritikan untuk meningkatkan kinerja birokrasi.

Edi menegaskan pemerintah saat ini cenderung menghindari kritik, padahal kata dia kritik merupakan suplemen untuk meningkatkan kinerja birokrasi.

“Media harus terus menggulirkan apa yg diharapkan oleh masyarakat, dan jika pemerintah dikritik oleh media maka ada hak jawabnya,” tegasnya.

Pada kesempatan itu Edi mengatakan, SMSI merupakan perusahaan Pers yang posisinya memiliki daya tawar secara informatif. Dengan demikian pihaknya berharap kepada seluruh pengurus untuk tidak sungkan dalam mengabarkan kebenaran.

“ karena saat ini masyarakat sangat menantikan informasi yang mencerahkan” jelasnya.

Lebih lanjut Edi mengatakan, media harus tetap berdiri dan jangan tergiur hanya karena iklan 10 juta, lalu kemudian media menjadi lemah ketika mengabarkan kebenaran.

Media yang mengkritik itu, kata Edi adalah demi untuk meluruskan pemerintah dimana penggunaan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah itu harus dipertanggung jawabkan, tandasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *