Lurah se- Kecamatan Karang Tengah Tidak Peduli Budaya

KOTA TANGERANG, SULUH NEWS.COM-Festival Kampung Betawi yang digelar di area Perumahan CBD Mall Ciledug yang diselenggarakan Komunitas Seni Budaya Betawi (KSBB), Sabtu (30/8/2019) dibuka oleh Kepala Dinas kebudayaan dan Parawista Kota Tangerang HJ, Rina Hernaningsih. Hadir dalam acara tersebut Kapolsek Ciledug, Danramil Ciledug dan Mat Robin, Camat Ciledug.

Meski berlangsung meriah, namun Pembina Komunitas Seni Budaya Betawi Kecamatan Karang Tengah, Hartoto menyayangkan acara yang mengangkat Adat Betawi tidak mendapat dukungan dari para Lurah di wilayah Kecamatan Karang Tengah. Hal itu terlihat tidak adanya Lurah yang hadir. “Lurah se-Kecamatan Karang Tengah tidak peduli dengan kebudayaan,” ujar Hartoto yang akrab dipanggil Bang Toing saat memberikan sambutan pada pembukaan Festival Kampung Betawi tersebut.

Dari tujuh Lurah di Kecamatan Karang Tengah, kata Hartoto, yang hadir hanya satu orang, itu pun setelah acara dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata, Kota Tangerang, Rina Hernaningsih. “Di Kecamatan Karang Tengah ada tujuh kelurahan, namun tidak ada satupun yang hadir saat pembukaan. Meski ada satu yang datang tapi terlambat,” sesal Bang Toing.

Hartoto menambahkan, Presiden Joko Widodo telah membuat Undang-Undang (UU) tentang Pemajuan Kebudayaan dengan tujuan agar keragaman budaya di Indonesia semakin tumbuh dan tangguh.

“Pada 24 Mei 2017, UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan telah ditandatangani oleh Presiden Jokowi dan diundangkan di Jakarta pada 29 Mei 2017 dalam lembaran negara tahun 2017 Nomor 104. RUU Pemajuan Kebudayaan juga disahkan dalam rapat Paripurna Pembicaraan Tingkat II di Gedung DPR-RI,” terang Bang Toing.

Ditegaskan, kebudayaan adalah akar dari pendidikan kita. Maka kebudayaan yang ada di Kota Tangerang harus dilestarikan, khususnya Betawi. “Kebudayaan tidak hanya pada tarian atau tradisi saja, tetapi juga nilai karakter luhur yang diwariskan turun-temurun hingga membentuk karakter kota ini. Maka perlu adanya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan agar budaya di Kota Tangerang tetap terlestarikan,” paparnya.

Masih menurut Hartoto, kalangan DPRD Kota Tangerang telah membuat Perda untuk pelestarian budaya, namun Walikota Tangerang hingga saat ini belum juga membuatkan Perwalnya. “Perdanya sudah diparipurnakan oleh DPRD, dan saat ini hanya tinggal menunggu Walikota Tangerang membuat Perwalnya,” tandasnya.(Dul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *