Moch. Ojat Sudrajat: Open Bidding Sangat Menarik dan Harus Dikawal

SULUH NEWS.com, SERANG-Pemerintah Propinsi Banten tertanggal 7 Nopember 2019 akan melakukan seleksi open bidding untuk jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Banten dan pengumuman pada tanggal 13 Desember 2019.

Ketua Perkumpulan Maha Bidik Propinsi Banten Moch Ojat Sudrajat pada awak media mengatakan, bahwa open bidding kali ini sangat menarik untuk di pantau dan di kawal, jikalau tidak sesuai berdasarkan ketentuan UU 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan maka pihaknya akan melakukan upaya hukum.

“Belum lama ini ada Pengumuman dari panitia seleksi terbuka JPT Pratama di Propinsi Banten untuk jabatan Kepala Dinas Pendidikan Dan kebudayaan Propinsi Banten,”terang Moch Ojat.

Ditambahkannya lagi,”seperti kita ketahui bersama dimana sebelumnya sekitar bulan September lalu, sempat beredar kabar akan ditempatkan nya pejabat eselon dua hasil open bidding yang belum genap dua tahun untuk jabatan yang lain diantaranya untuk jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Banten Dan ada satu jabatan lagi yang awalnya sudah diusulkan ke KASN walaupun kemudian dibatalkan,”tambahnya.

Ketua Perkumpulan Maha Bidik juga menerangkan, untuk itu kami menduga open bidding jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini diduga hanya legalitas saja,dan diduga juga untuk memuluskan seseorang yang diduga sebelumnya memang diusulkan untuk menjabat kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Banten tersebut,”terangnya.

“Bahwa kami berpendapat ketentuan pasal tentang pengisian jabatan pimpinan Tinggi karena penataan organisasi dalam PP 11 Tahun 2017 dapat ditafsirkan sempit, karena diantaranya ada pasal yang mengatur tentang menduduki jabatan paling singkat dua tahun,”Maka sudah selayaknya jika seorang Pejabat JPT pratama yang belum genap dua Tahun menjabat yang merupakan hasil open bidding sebelumnya tidak atau dapat dianggap tidak memenuhi syarat,karena sudah menciderai intregritasnya terhadap jabatan yang diembannya saat ini,”Kata Moch Ojat Sudrajat pada awak media.(kutipan dari Sinarlampung.com).

Ojat juga menerangkan sebab salah satu kandidat kuat calon kadis pendidikan dan kebudayaan provinsi Banten yg pernah menjadi pejabat di kota Tangerang dalam tuntutan jaksa di persidangan kasus korupsi KONI Banten disebutkan menerima aliran dana dari kasus Tersebut,”masih dalam tuntutan jaksa serta kasus ini masih pledoi,”tutur Moch Ojat Sudrajat pada yang dikutip dari sinarlampung.com.

Sementara itu sekda Propinsi Banten Al Muktabar saat dikonfirmasi terkait hal ini melalui pesan singkat (SMS) minggu (17/11) tidak membalas sedangkan kepala Badan kepegawaian Propinsi Banten DR. Komaruddin saat dikonfirmasi juga melalui pesan whastaapnya terkait hal penentuan dua tahun harus menjabat kemudian untuk menjabat di tempat baru tidak menjawab sampai berita ini di naikan.(suryadi/Ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *